- dipubikasikan pertama kali pada Kongres Pemuda II dalam bentuk instrumen biola oleh WR. Soepratman
- Teks lagu dipublikasikan pertama kali oleh surat kabar Sin Po.
- Bersifat maestoso con bravura (agung namun gagah berani)
- Bergaya Pantun Proposta dan Riposta (tanya jawab)
- Terdiri atas 3 stanza
- Durasi lebih panjang dari lagu kebangsaan lain (rata-rata antara 19 - 30 menit)
- Karena larangan Pemerintah Hindia Belanda lirik Indonesia Raya pada revien sempat mengalami perubahan. Yang sebelumnya Merdeka!..Merdeka! menjadi Mulia!..Mulia!
- Selanjutnya selalu dinyanyikan dalam rapat-rapat partai politik
- Ditetapkan sebagai lagu Kebangsaan setelah Indonesia Merdeka
- Tahun 1950 diaransir dalam bentuk orkestra oleh Jos Cleber atas perintah Presiden Soekarno
- Tahun 1990, Remy Sylado berpendapat bahwa lagu Indonesia Raya merupakan jiplakan dari sebuah lagu yang diciptakan tahun 1600-an berjudul Lekka Lekka Pinda Pinda
- Kaye A. Solapung, seorang pengamat musik, menanggap tulisan Remy dalam Kompas tanggal 22 Desember 1991. Ia mengatakan bahwa Remy hanya sekadar mengulang tuduhan Amir Pasaribu pada tahun 1950-an. Ia juga mengatakan dengan mengutip Amir Pasaribu bahwa dalam literatur musik, ada lagu Lekka Lekka Pinda Pinda di Belanda, begitu pula Boola-Boola di Amerika Serikat.
- Solapung kemudian membedah lagu-lagu itu. Menurutnya, lagu Boola-boola dan Lekka Lekka tidak sama persis dengan Indonesia Raya, dengan hanya delapan ketuk yang sama. Begitu juga dengan penggunaan Chord yang jelas berbeda. Sehingga, ia menyimpulkan bahwa Indonesia Raya tidak menjiplak
download audio "INDONESIA RAYA"(midi file)
lihat partitur "INDONESIA RAYA"
____________________________________________________________________
lihat partitur "INDONESIA RAYA"
____________________________________________________________________
lirik lagu :
Indonesia Raya
Tanah kita yang kaya,
Disanalah aku berdiri,
Untuk s'lama-lamanya. Indonesia, tanah pusaka,
P'saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia. Suburlah tanahnya,
Suburlah jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya, semuanya,
Sadarlah hatinya,
Sadarlah budinya,
Untuk Indonesia Raya.
Tanah kita yang sakti,
Disanalah aku berdiri,
N'jaga ibu sejati. Indonesia, tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji,
Indonesia abadi. S'lamatlah rakyatnya,
S'lamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Majulah Neg'rinya,
Majulah pandunya,
Untuk Indonesia Raya.
Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg'riku yang kucinta!
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya._____________________________________________________________
Stanza I :
Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Disanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku. Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu. Hiduplah tanahku,
Hiduplah neg'riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.
Tanah tumpah darahku,
Disanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku. Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu. Hiduplah tanahku,
Hiduplah neg'riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.
Staza II :
Indonesia, tanah yang mulia,Tanah kita yang kaya,
Disanalah aku berdiri,
Untuk s'lama-lamanya. Indonesia, tanah pusaka,
P'saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia. Suburlah tanahnya,
Suburlah jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya, semuanya,
Sadarlah hatinya,
Sadarlah budinya,
Untuk Indonesia Raya.
Stanza III :
Indonesia, tanah yang suci,Tanah kita yang sakti,
Disanalah aku berdiri,
N'jaga ibu sejati. Indonesia, tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji,
Indonesia abadi. S'lamatlah rakyatnya,
S'lamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Majulah Neg'rinya,
Majulah pandunya,
Untuk Indonesia Raya.
Revien :
Indonesia Raya,Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg'riku yang kucinta!
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.
Tentang WR Soepratman
- Lahir di Jatinegaran Jakarta, tanggal 9 Maret 1903. Oleh Presiden Megawati 9 Maret diresmikan sebagai "Hari Musik Nasional". Tanggal kelahiran almarhum masih diperdebatkan (Kompas, 15 Maret 2008) , karena atas permintaan keluarga yang mengharapkan diakuinya dan akhirnya diputuskan oleh Pengadilan Purworejo, bahwa kelahiran beliau sebenarnya adalah lahir pada hari Kamis Wage di Dukuh Trembelang-Desa Somongari-Kecamatan Kaligesing-Kabupaten Purworejo-Jawa Tengah tanggal 19 Maret 1903
- Pada tahun 1914 (saat usia SMP), diajak Roekijem (kakak perempuannya) ke Makassar, dan disekolahkan oleh Willem Van Eldik (suami Roekijem). Lalu belajar Bahasa Belanda di sekolah malam, dan dilanjutkan di "Normaalschool"
- Pada usia 20 tahun beliau didaulat menjadi guru di "Sekolah Angka 2", yang selanjutnya mendapatkan ijazah "Klein Ambtenaar"
- Masih di Makassar, beberapa waktu lamanya bekarja pada perusahan dagang
- Pindah ke Bandung dengan karir barunya, yaitu sebagai wartawan
- Tinggal di Jakarta (tetap berprofesi sebagai wartawan). Banyak bergaul dan tertarik dengan tokoh pergerakan nasional, hingga menulis sebuah buku "Perawan Desa" yang akhirnya disita dan dilarang beredar oleh Pemerintah Belanda, dan dipindahkan ke Kota Sengkang
- Tidak lama kemudian pulang lagi Ke Makassar. Dikota ini juga beliau gemar membaca buku musik dan sempat belajar biola dengan kakak iparnya, Willem Van Eldik
- Tahun 1924 diciptakannya lagu kebangsaan "Indonesia Raya". Yang awalnya karena tertantang oleh artikel salah satu penulis majalah "Timbul" yang dalam karangannya tersebut menantang musisi-musisi Indonesia pada waktu itu untuk mencipta lagu kebangsaan
- Atas saran Soegondo pada 28 Oktober 1928, lagu gubahannya dengan instrumen biola di sosialisasikan secara umum kepada peserta Kongres Pemuda II. Dan akhirnya lagu tersebut mampu menarik simpatik, semakin akrab didengar, dan selalu dinyanyikan saat ada Kongres
- Akibat lagu Indonesia Raya yang diciptakannya, beliau diburu pemerintah Hindia-Belanda dan akhirnya jatuh sakit.
- Di Surabaya, beliau akhirnya ditangkap dan ditahan di Kalisosok karena mencipta dan menyiarkan lagu tema kebangsaan berikutnya yang berjudul "Matahari Terbit"
- Meninggal di Surabaya, tanggal 17 Agustus 1938
